Q :
Dokter Grace, saya ingin bertanya apakah kalau lagi menstruasi enggak boleh minum es ? Lalu mengapa kalau saya minum kopi dan teh dalam kemasan, merek apa pun napas saya agak sesak ?
Diah Kurniasih
Tangerang
A :
Minum air es dan menstruasi tidak ada hubungannya. Bisa jadi pendapat itu muncul dari prinsip ilmu kedokteran timur yang percaya pada keseimbangan yin-yang, di mana Yin adalah simbol dingin, sedangkan Yang adalah simbol panas. Menurut ilmu kedoteran timur, jika terjadi ketidakseimbangan antara yin dan yang maka akan terjadi gangguan pada tubuh.
Keluhan-keluhan yang muncul saat menstruasi bisa terjadi karena pengaruh hormon, faktor psikologis, dan posisi rahim, bukan karena minum air es. Ada juga ketakutan yang muncul bahwa minum air es saat menstruasi bisa menyebabkan kanker rahim karena darahnya membeku akibat suhu air yang dingin. Rahim berhubungan dengan sistem reproduksi, sedangkan air mengalir di sistem pencernaan dan pembuluh darah. Keduanya memiliki saluran yang berbeda. Selain itu, tubuh akan secara otomatis menyesuaikan suhu makanan dan minuman yang masuk.
Sedangkan jika mengalami sesak setelah minum teh atau kopi kemasan mungkin dikarenakan ada alergi terhadap pengawet dalam minuman kemasan tersebut. Bahan pengawet sulfit dapat menyebabkan reaksi cukup fatal bagi mereka yang peka terhadap MSG atau bahan pengawet lain, juga bagi penderita alergi atau yang memiliki riwayat alergi dalam keluarganya. Sulfit dapat menyebabkan sesak dada, sesak napas, gatal gatal, dan bengkak.
Efek sesak juga bisa dikarenakan kandungan kafein didalamnya yang cukup tinggi. Teh kemasan cenderung lebih kental karena berfungsi sebagai pengawet alami. Semakin kental teh atau kopi yang diminum, maka kandungan kafeinnya semakin tinggi. Di dalam teh sebenarnya ada senyawa bernama Tein yang struktur kimianya mirip kafein.
Sayang sekali, tidak dijelaskan apakah Diah memiliki riwayat alergi, karena efek kafein akan lebih terasa pada penderita alergi, juga bagi mereka yang tubuhnya lebih sensitif merespons kafein atau zat aditif dalam makanan. Walaupun sebenarnya ada penelitian yang menunjukkan secangkir kopi sehari dapat membantu melegakan nafas, tentunya yang dimaksud bukanlah kopi dalam kemasan.
Kalau memang Diah menyukai kopi atau teh, boleh saja mengonsumsinya, tetapi seduhlah sendiri. Kopi dan teh seduhan sendiri juga nikmat, kan. Dengan menyeduh sendiri kopi atau teh, kita bisa mengontrol jumlah gulanya sekaligus mengurangi asupan bahan pengawet pada tubuh.
