Q :
Dear Dokter,
Apakah benar bahwa mengkonsumsi wine baik untuk kesehatan jantung? Saya lumayan senang minum alkohol, terutama saat hang-out dengan teman-teman. Bagaimana pendapat dokter?
Geisha, Jakarta
A :
Dear Geisha,
Alkohol adalah hasil fermentasi karbohidrat atau zat tepung. Misalnya arak beras atau sake dari beras, arak tape dari singkong, tuak dari nira atau buah-buahan seperti wine dari anggur, atau apple cider dari apel. Bisa juga murni dari gula seperti rum atau tuak dari nira. Atau dari tumbuh-tumbuhan seperti tequila dari kaktus.
Kadar alkohol yang terlau tinggi berpengaruh terhadap sistem syaraf. Sistem kesadaran menurun sehingga alam bawah sadar muncul tanpa hambatan. Bicara jadi lancar tanpa batas, dan emosi mengalir dengan lancarnya. Pusat gerak dan keseimbangan terganggu sehingga jalan tak bisa lagi lurus dan gerakan tak tepat sasaran. Sistem keseimbangan pada otak dan telinga tengah terganggu sehingga pandangan jadi kabur dan goyang, diakhiri dengan mual dan muntah. Alkohol merangsang keluarnya air dari tubuh, bersifat diuretika atau membuat sering kencing dan merangsang dehidrasi.
Untuk mencegah tingginya kadar alkohol dalam darah, hati menetralisir alkhol dengan memecahnya menjadi zat yang kurang toxik. Pemecahnya bernama enzim esterase. Orang Indonesia rata-rata memiliki sedikit esterase dalam hati dibandingkan dengan orang Eropa atau Korea misalnya. Karena itu, orang Indonesia lebih cepat mabok.
Karena terbentuk dari karbohidrat, alkohol mengandung kalori yang lumayan tinggi. Bila 1 gram kabohidrat mengandung 4 Kal, alkohol mengandung 7 Kal. Sekaleng bir setara dengan makan nasi segelas, one shot whisky setara dengan 2 telapak tangan dada ayam. Kelebihan kalori dari alkohol akan disimpan di dalam hati dalam bentuk lemak, sehingga terjadi perlemakan hati. Artinya, hati membesar dan dan berwana pucat. Hati bukan lagi berwarna merah segar, tetapi berbintik putih seperti granit. Dari luar biasanya tampak perut bulat membuncit seperti orang hamil. Perhatikan perut orang bule yang bulat karena kebanyakan minum bir. Bila dibiarkan, hati akan rusak, kadar enzim SGPTdan SGOT dalam darah meningkat. Stadium lanjut membuat hati mati pelan-pelan sehingga membuat hati mengeras dan mengecill seperti hati goreng kering, ini yang disebut dengan sirosis hati.
Mengerikan bukan?
1 gelas red wine sehari mengandung tanin yang melindungi jantung, kata penelitian di Eropa. Tanin bersifat antioksidan. Tetapi bellum ada penelitian yang khusus dilakukan pada orang Indonesia. Lagipula, banyak pula kan cara lain untuk melindungi jantung Anda? Pertimbangkanlah untung ruginya sebelum Anda memutuskan meminum alkohol.
