Dr. Grace sebagai pembicara dalam press launch asuransi CIGNA – HospitaLife, Kempinski, 2 Agst 2011

PT Asuransi CIGNA perkenalkan CIGNA HospitaLife,
Produk Inovatif yang Mudah dan Terjangkau dengan Mengombinasikan
Asuransi Rawat Inap dan Jiwa

Persiapan cerdas meringankan biaya dan melindungi jiwa

Jakarta, 2 Agustus 2011 – Mengalami sakit tidak pernah menjadi pilihan semua orang, terlebih saat tingkat keseriusannya mencapai tahap yang memerlukan perhatian intensif. ketika sakit hadir tanpa diduga, tak hanya waktu yang tersita namun persiapan dana pun menjadi hal signifikan dalam menghadapinya.. Tidak dapat disangkal pula, bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk mengalami sakit yang variatif dan adalah sebuah pilihan ketika seseorang memutuskan untuk mendesain persiapan bagi diri sendiri maupun keluarga yang dicintai.

Memahami pentingnya persiapan komprehensif sejak dini untuk mengatasi sakit tak terduga tersebut, PT Asuransi CIGNA (CIGNA) mempersembahkan salah satu dari rangkaian produk inovatif terbarunya yaitu CIGNA HospitaLife. Sebuah produk yang mengombinasikan asuransi rawat inap sekaligus jiwa, dikemas dengan premi terjangkau yang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan nasabah.

“Kami ingin selalu memberikan perlindungan secara menyeluruh dengan premi terjangkau yang dapat diperoleh masyarakat luas, manfaat yang mencakup kebutuhan, serta didistribusikan melalui metode yang moderen dengan telemarketing yang tak lain adalah untuk memudahkan masyarakat mendapatkan perlindungan,” ujar Th. Wiryawan, Chief Marketing Officer, PT Asuransi CIGNA ketika membuka acara Konferensi Pers hari ini.

Secara garis besar, setiap orang dapat menderita penyakit yang memang dapat diprediksi dimana berkaitan erat dengan gaya hidup, termasuk pola makan, olahraga dan istirahat Dalam kesehariannya, jika elemen-elemen tersebut tidak seimbang di tengah padatnya aktivitas, tubuh akan mengalami penurunan daya tahan yang menyebabkan mudahnya terserang penyakit dan berakhir dengan perawatan di rumah sakit.

Disampaikan lebih lanjut oleh Dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt, pemerhati gaya hidup dan konsultan penurunan berat badan, “Fenomena yang terjadi saat ini terutama di kota besar, menunjukkan bahwa masyarakat cenderung memiliki gaya hidup yang tidak sehat. Menurut data BPS dan Riskesdas 2010, konsumsi karbohidrat kompleks berkurang signifikan dan asupan makanan jadi naik 63% dibandingkan tahun 1999. Selain itu, 78% total penduduk tidak berolahraga dan 65.9% pria Indonesia adalah perokok.

Kasus kurang gizi yang mendominasi di masa lampau, mulai dikalahkan oleh kasus kelebihan berat badan. 22.7% populasi mengalami masalah kegemukan yang menimbulkan penyakit akibat gaya hidup. Pada tahun 2010, pria yang mengalami obesitas meningkat 6x lipat dibandingkan pada tahun 2000 (7.8% vs 1.3%). Di Sulawesi Utara, 37% penduduknya mengalami overweight dan obesitas, mengalahkan Jakarta yang hanya 28.5%.
Kondisi ini diperparah oleh banyaknya obesitas sentral, yaitu timbunan lemak di perut sebelah dalam. Sebanyak 19% penduduk memiliki lingkar perut > 90 cm pada pria dan >80 cm pada wanita.
Lingkar perut ini meningkatkan resiko sindroma metabolik, yaitu rangkaian penyakit yang meliputi resistensi insulin, dislipidemia (hiperkolesterolemia/hipertrigliserid), hipertensi, penyakit kardiovaskuler dan tingginya asam urat.

Data Riskesdas 2007 menunjukkan bahwa kasus kematian karena resistensi insulin dan diabetes menduduki peringkat ke-2 di kota besar. 15.9% penduduk menderita Diabetes Mellitus Tipe 2 dan Toleransi Glukosa Terganggu (TGT). Penelitian di Padang pada tahun 2002 juga menunjukkan bahwa 56% penduduk usia 55-85 menderita hiperkolesterolemia.
Kasus penyakit gaya hidup ini diduga berkontribusi besar terhadap kenaikan kebutuhan akan rawat inap. Dari 0.25% pada tahun 1999 menjadi 2.5% tahun 2009 menurut data Biro Pusat Statistik 2010.”

Namun bagaimana jika ketika kita dengan percaya diri tinggi merasa selalu sehat dan menganggap semua sakit yang diderita di kemudian hari dapat diatasi dengan mudah, lalu suatu hari tanpa ada keluhan sedikit pun kita jatuh tidak berdaya tanpa persiapan apapun? “Itu yang saya alami saat awal menderita penyakit ini, tidak ada gejala apapun, semua serba tiba-tiba, dan tidak ada persiapan signifikan. Ini yang menjadi pendorong saya untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya memiliki persiapan sedini mungkin menghadapi sakit yang tidak pernah diundang,” tegas Pepeng yang kini diperkenalkan oleh CIGNA sebagai Brand Ambassador untuk CIGNA HospitaLife.

Christine Setyabudi, Chief Executive Officer, CIGNA mengutarakan penjelasan lebih lanjut seputar CIGNA HospitaLife, “Nasabah dapat menikmati enam keunggulan CIGNA HospitaLife yaitu mulai dari Santunan Rumah Sakit termasuk rawat inap dan ICU, penggantian biaya operasi hingga 20 kali lipat dari santunan rawat inap, fasilitas ambulan lokal, jaringan CIGNA Worldwide Service Assistance, dan tentunya Santunan Kematian. Dengan premi mulai dari Rp 128.985*/bulan,-, nasabah dapat menikmati kenyamanan ini tanpa harus melakukan pemeriksaan kesehatan dan dapat diperbaharui pada usia 64 tahun.”

CIGNA HospitaLife sendiri merupakan produk kedua yang langsung diperkenalkan ke masyarakat luas (direct to customer) melalui jalur DRTV (Direct Response Television), setelah tahun 2010 lalu CIGNA sukses membawa inovasi pertamanya yaitu CIGNA Second Life. Dengan menggunakan sistem reimbursement, CIGNA HospitaLife hadir sebagai rekan setia dalam menghadapi kondisi sakit yang tidak pernah terduga, tanpa membatasi apakah nasabah telah bergabung dengan asuransi lain atau tidak.

Untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan lebih kepada nasabah, termasuk proses klaim yang cepat, CIGNA menghadirkan layanan Service on Saturday,konsep inovasi layanan pertama di Indonesia yang dihadirkan oleh perusahaan asuransi, dimana nasabah dapat mengajukan dokumen klaimnya pada hari Sabtu mulai pukul 09.00 – 14.00.

“Berbagai fasilitas ini adalah wujud komitmen kami sejak tahun 1990 untuk membantu meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, dan rasa aman bagi masyarakat di Indonesia. Kini CIGNA HospitaLife hadir sebagai salah satu refleksi komitmen tersebut dengan membantu meringankan biaya sekaligus melindungi jiwa nasabah kami,” tutup Christine.

Lebih lanjut mengenai CIGNA HospitaLife dapat diakses melalui www.hospitaLife.co.id.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest update on GraceJudio.com