Dear Dr. Grace: “Ingin menurunkan Bobot? ‘Dengarlah’ Tubuh Anda” (Bintang Indonesia, edisi 1025, 8 Jan 2011)

Dear Dr Grace,

Saya Dewi, jurnalis. Saya beberapa kali membaca rubrik konsultasi dan gizi di
tabloid Bintang Indonesia. Beberapa masalah yang pernah diutarakan di sana,
khususnya seputar menurunkan berat badan kurang lebih saya alami juga. Saya
membaca di edisi minggu lalu (1024), dokter memberikan menu untuk menurunkan
berat badan;
Pagi : Buah
Siang: Nasi setengah porsi biasa ditambah dengan ayam/ikan/tahu/tempe/ telur 2
potong dimasak tanpa minyak dan sayur mayur.
Malam: Sup sayuran dengan ayam/ikan/tahu/tempe/telur.
Kemudian, dokter juga juga menyarankan snack yang bisa dikonsumsi untuk
sementara adalah buah. Dokter juga memberi catatan, bahwa yang terpenting dari
usaha menurunkan berat badan adalah kontrol diri. Seringkali, saya tahu, saya
hanya terbawa nafsu, padahal perut sesungguhnya sedang tidak membutuhkan asupan
makanan. Tak heran, saya pikir, berat badan saya naik 10 kilo.

Di sela-sela menunggu narasumber, yang saya lakukan makan. Apa yang saya makan?
Gorengan, bakso, mie ayam. Pastinya ini yang berbahaya, berkolestrol tinggi
bukan begitu dokter? Atau dalam artikel-artikel sebelumnya dokter menyebutnya
dengan “bensin” tinggi. satu lagi kebiasaan saya adalah mengkonsumsi kopi. Saat
ini kopi, tidak hanya kopi hitam. Tapi lebih bervariasi. Dengan susu, cream, dan
sebagainya. Dan jujur saja, saya seperti ketergantungan dengan kopi, apapun
jenisnya. Di tahun baru ini, saya benar-benar ingin mengubah semuanya. saya
yakin, kebiasaan ini mempengaruhi berat badan saya. Saya mulai mencoba resep
makanan yang dokter berikan di edisi minggu lalu. Baru beberapa hari dicoba.
Lumayan berat juga. Ada gangguan-gangguan di antara jam makan siang dan makan
malam, atau setelah jam makan malam, ketika saya masih berada di kantor atau
tengah liputan. Godaan terbesar adalah menahan adanya rasa lapar, dan keinginan
untuk mengunyah, selagi menunggu nara sumber, atau saat mengetik.

Pertanyaan saya, apakan ada makanan pengganti, untuk makanan-makanan seperti
yang saya sebutkan di atas tadi, yang saya tahu tidak baik bagi tubuh saya.
Kalau ada, kiranya apa saja? Kalau perlu, saya mau menyiapkannya dari rumah dan
membawanya ke tempat kerja. Kemudian, apakah konsumsi kopi saya yang berlebihan
(Sehari 3 kali) mempengaruhi berat badan saya? Adakah pengganti untuk kebiasaan
yang satu ini.

Terima Kasih dok,

A:
Dear Dewi,
Ada sesuatu yang perlu saya luruskan, bahwa jarang sekali saya menegaskan tentang kontrol diri, apalagi menahan diri. Sampai kapan pertahanan tidak jebol bila terus ditahan-tahan?. Bila Dewi baca-baca lagi, saya hanya menganjurkan untuk pandai-pandainya membaca bahasa badan dan mendengarkan apa yang tubuh butuhkan.

Saya tidak menganjurkan untuk menahan lapar. Bila lapar, maka
Dewi harus makan, tetapi masukkan yang baik-baik saja ke dalam tubuh. Bagaimana Dewi tahu bahwa Dewi lapar atau bahwa tubuh membutuhkan makanan? Saya kira bahwa Dewi juga tahu bahwa perut keroncongan, tangan gemetar, keringat dingin adalah tanda bahwa memang tubuh membutuhkan asupan nutrisi.
Bila saat bosan menunggu, alihkan mata, telinga dan tangan kepada kesibukan yang lain. Bukan KONTROL DIRI yang diperlukan, tetapi ‘ilmu’ mendengarkan badan, ‘ilmu’ menterjemahkan yang dibutuhkan tubuh, dan ‘ilmu’ mencari solusi yang tepat. Di mana ilmu ini dipelajari? Biasanya dari orangtua kita, semasa kecil dan remaja. Ilmu ini juga bisa ditularkan dari lingkungan.

Pada orang dengan gangguan berat badan, ilmu ini tidak dipelajari dengan baik dan apapun yang dirasakan tubuh, solusinya adalah makan. Pada perokok, solusinya adalah rokok.

Apakah ada makanan yang lebih sehat untuk menggantikan cemilan? Banyak! Tapi Anda lari dari pokok masalahnya, yaitu kurangnya ‘ilmu’ membaca badan. Ibarat mengobati keran air yang bocor, Anda cuman mengganti sumbat kayu dengan sumbat karet yang lebih sehat dan higienis. Yang paling baik adalah memecahkan akar masalahnya
Juga perlu diluruskan, Makanan berlemak dan berkalori tinggi belum tentu berkolesterol. Kolesterol adalah jenis lemak yang jenuh yang terdapat pada mentega, daging merah, jerohan,santan, dan makanan dari bahan2 tsb misalnya kue, cookies,dll. Dalam suhu ruang biasanya berbentuk padat. Kolesterol cenderung berpotensi menyumbat pembuluh darah sehingga beresiko menyebabkan gangguan kardiovaskuler.

Minyak tak jenuh cenderung berbentuk cair pada suhu ruangan, sehingga tidak menyumbat pembuluh darah, misalnya minyak kedelai, minyak zaitun, minyak canola dll.

Dalam hal penurunan berat badan, minyak kolesterol atau bukan kolesterol sama-sama memiliki kalori atau jumlah ‘bensin’ yang tinggi. Sehingga bila berniat untuk mengurangi berat badan, hindari makanan yang digoreng dan mulai menghitung total asupan kalori sesuai dengan target penurunan berat badan. Mungkin sekitar 1000 – 1200 kkal per hari. Bila lebih dari itu maka penurunan berat badan akan pelan.
Pilihan cemilan adalah biskuit rendah kalori atau kalori terkontrol (beberapa merk crackers atau biskuit dalam kemasan kecil), snack rumput laut, rujak, kacang edamame, jelly, cincau, agar atau yoghurt low-fat low calorie. Minumlah air putih atau teh tawar. Kopi instan maximal 1 sachet per hari, atau kopi diet 2 sachet per hari. Sebetulnya kopi hitam boleh sebanyak mungkin, tetapi batasi gula maksimal 5 sdt.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest update on GraceJudio.com