Dear Dr. Grace: “Banyak Makan Tapi Berat Tubuh Tak Bertambah” (Bintang Indonesia, edisi 1023, 25 Des 2010)

Dear Dr. Grace,
saya Panji Kusuma,pemuda dengan tinggi 155 cm,berat badan 47 kg,usia 21 th,
yang mau saya konsulkan, mengapa saya makan banyak,tidur cukup berat badan saya tidak naik,apakah berat badan saya diatas sudah memenuhi syarat ideal seorang pemuda,
pekerjaan saya sebagai office boy di sebuah perusahaan swasta.
3 tahun yg lalu saya pernah operasi apendix,hasil lab dirumah sakit faces ditemukan cacing amoba didalam usus.dan sudah diobati langsung pada saat pasca operas lewat infus,(nama obat tidak jelas),apakah ini ada hubungannya dengan berat badan saya yang tidak bisa gemuk walaupun makannya buanyak.( sekali makan bisa 2 piring penuh )
buang air besar sehari dua hingga tiga kali sehari,( padat tidak cair )
terima kasih.

A:
Dear Panji,
Berat badan Panji baik-baik saja, sudah sesuai dengan tingginya. Mungkin Panji kuatir saja bahwa ada sesuatu yang aneh dengan sistem tubuh Panji saja karena makan banyak sekali tetapi tidak pernah bertambah berat.

Pertambahan berat badan terjadi hanya bila makanan yang masuk lebih banyak dari pada tenaga yang dikeluarkan. Artinya, ibarat mobil, bila bensin yang dibutuhkan sehari adalah 10 Liter, bila mengisi 15 Liter maka sisa 5 Liter akan ditabung.
Bila makan banyak tetapi berat tetap stabil, artinya antara tenaga yang dikeluarkan sama persis dengan jumlah energi atau bensin yang Panji makan. Mungkin Panji sering melakukan kerja fisik yang berat yang membutuhkan ekstra energi?

Bisa juga karena ‘mesin’ Panji boros bensin, misalnya bila Panji mengidap penyakit hormonal seperti kelebihan hormon tiroid. Hormon ini membuat mesin tubuh bekerja lebih giat, malah terkadang sampai berlebihan dan membuat berbagai macam keluhan. Growth Hormon juga memberikan efek ‘boros bensin’, demikian pula dengan kecenderungan genetik/keturunan yang lain yang belum bisa dijelaskan.

Bila makanan masuk ke dalam usus, tetapi tubuh kekurangan enzim untuk mencerna dan menyerap gizi makanan, bisa juga mengganggu berat badan. Misalnya gangguan produksi enzim lipase, amilase dan protease pada pankreas. Bila hormon seperti insulin yang bertugas memasukkan sari makanan ke dalam organ juga bisa menyebabkan berat badan terganggu.

Kemungkinan lain adalah adalah adanya penyakit yang membuat tubuh Panji membutuhkan energi untuk memerangi penyakit tersebut dan untuk memperbaiki tubuh yang rusak gara-gara penyakit tersebut. Yang paling sering di Indonesia adalah tuberkulosis. Kadang penyakit ini tidak menunjukkan gejala seperti batuk2 atau muntah darah. Seringkali penderitanya hanya susah naik berat badannya dan merasakan ada benjolan di bagian leher saja.

Cacingan bisa menyebabkan makan banyak tetapi tidak bertambah berat. Cacing berlaku seperti benalu atau parasit, artinya menumpang hidup dan mencuri semua sari-sari makanan yang kita masukkan dalam tubuh. Cacing ini akan terus hidup dalam tubuh meskipun sudah diobati, terutama bila ada orang di rumah atau tempat kerja yang menyebarkan telur cacing di gerendel pintu kamar mandi atau di kran wastafel misalnya. Biasanya penderita cacingan sering kurang darah, kehilangan berat badannya dan kadang di sekitar matanya ada lingkaran hitam, susah tidur atau suka mimpi jelek. Bila itu cacing kremi, penderita akan merasakan gatal di anus, terutama di malam hari saat cacing menaruh telur di sekitar dubur.

Apakah itu genetik, cacing, penyakit infeksi kronis atau gangguan enzim dan hormon, hanya bisa bila dilakukan pemeriksaan khusus. Sayangnya kita tidak bisa bertemu langsung ya? Panji bisa berkonsultasi ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lengkap, bila merasakan bahwa masalah ini mengganggu. Karena pernah mengalami cacingan, saran saya adalah minum obat cacing sebulan sekali untuk mencegah kekambuhan karena penyakit ini juga memberikan kontribusi ke berat badan Panji.

Semoga membantu ya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest update on GraceJudio.com