Diambil dari insert dr. Grace Judio Kahl, M.Sc, M.H, CHT saat menjadi narasumber dalam Cosmopolitan Health Club 9 Januari 2013 pk. 08.00-09.00.
Hi Cosmoners,
Anda pasti pernah dengar repotnya merawat penderita stroke. Harus fisioterapi, minum obat ini itu, dan diet khusus. Ketahuilah penyebabnya supaya dapat Anda cegah.
Stroke adalah terganggunya aliran darah ke otak. Bila pembuluh darah koroner jantung yang terkena, disebut dgn serangan jantung. Gangguan aliran darah juga dapat terjadi pada kaki atau tangan.
Ada 2 tipe besar stroke, yaitu karena pembuluh darah tersumbat, dan ada yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah. Bila pecah, dan mengenai pembuluh darah besar, bisa ditebak bahwa akibatnya bisa fatal. Bila thromboemboli atau penyumbatnya hanya kecil, bisa saja tergiring dengan sendirinya sehingga gejalanya cuma sementara.
Pembuluh darah kita bercabang-cabang , Cosmoners. Bila yang tersumbat atau pecah adalah pembuluh darah besar yang kena, maka dampaknya akan jauh terasa. Stroke pada pembuluh darah kecil biasanya tidak menimbulkan gejala bermakna.
Gejala stroke tergantung area otak mana yang terkena. Bila daerah yang mengatur gerakan tubuh sebelah kanan yang terkena, maka sebagian tubuh kanan akan lumpuh. Bila pusat bicara yang terkena, tata bahasa bisa kacau, atau lupa dengan kata-kata tertentu. Stroke pada pusat pengelihatan bisa menyebabkan pandangan kabur atau bahkan kebutaan.
Penyebab pecahnya pembuluh darah bisa disebabkan oleh keturunan. Misalnya yang disebut aneurisma, yaitu lemahnya dinding pembuluh darah pada area tertentu, sehingga gampang pecah atau bocor.
Penyebab pecah seringkali karena derasnya aliran darah, misalnya pada hipertensi, atau kakunya dinding pembuluh darah pada diabetes. Molekul gula berbentuk agak runcing, sehingga gampang menggores dinding pembuluh darah dan timbul jaringan parut yang membuat kaku pembuluh darah.
Goresan atau tersebut akan ditambal oleh tubuh. Salah satu bahan penambalnya adalah lemak. Lemak tak jenuh dan kolesterol baik akan menambal dengan rapi, sedangkan Lemak jenuh dan kolesterol jahat menimbulkan gundukan.
Gundukan yang besar bisa menutup aliran darah. Bisa juga gundukan tersebut lepas terbawa arus dan menyumbat aliran darah di otak, yang menyebabkan stroke tipe kedua.
Merokok menyebabkan pembuluh darah mudah rusak dan butuh ditambal. Darah yang kental dan gampang menggumpal juga beresiko. menyebabkan sumbatan. Timbunan lemak pada perut dapat memproduksi faktor pengentalan darah, kolesterol menigkat dan terjadi resistensi insulin yg berujung ke diabetes.
Jadi kosmoners, hidup sehat itu penting supaya terhindar dari stroke. Tidak enak lho kaki tangan lumpuh, bibir perot dan susah bicara gara-gara stroke. Resepnya gampang, hindari makan gorengan dan berkolesterol tinggi, batasi asupan gula dan olahan tepung. Stop rokok dan jangan lupa: Perbanyak aktifitas fisik. Tak susah kan?
