“Anak Gemuk, Membahayakan atau Menggemaskan?”(Bintang Indonesia, Edisi 1090 13 April 2012)

Obesitas kini tidak menyerang orang dewasa saja. Anak kecil pun banyak yang mengalami berat badan berlebih atau obesitas. Bahaya yang dihasilkan juga sama serperti orang dewasa. Penyakit jantung dan diabetes sekarang sudah menyerang anak kecil, bahkan bayi. Sayangnya, masih banyak yang berpendapat bahwa anak gemuk itu lucu dan menggemaskan, sehingga banyak ibu yang berlomba-lomba menjejalkan makanan kepada anaknya tanpa mempertimbangkan apakah makanan tersebut bermanfaat atau tidak.

Gaya hidup tidak sehat serta pola makan tinggi gula dan lemak menjadi salah satu penyebab terjadinya obesitas atau kegemukan pada anak. Misalnya, anak terlalu dimanja sehingga segala keperluannya diurusi dan disiapkan oleh pengasuh, bahkan untuk makan dan mandi. Permainan elektronik yang bermunculan lebih sering menuntut anak untuk duduk diam di depan komputer atau televisi. Hal ini menyebabkan anak menjadi kurang bergerak.

Makanan atau jajanan yang banyak ditawarkan iklan televisi dan yang berjejer di pusat perbelanjaan juga mempengaruhi kebiasaan makan yang tidak sehat. Jajanan seperti hamburger, kentang goreng, donat, cupcakes, pizza, keripik, soft drinks, dan sosis adalah contoh-contoh makanan tinggi energi dan lemak. Memberi efek negatif bagi tubuh, apalagi dalam jangka panjang.Makanan tinggi lemak dapat memyebabkan penumpukan plak kolesterol di pembuluh darah. Penumpukan ini berakibat menyempitnya pembuluh darah sehingga menyebabkan peyakit kolesterol, jantung, bahkan stroke.

Penyakit lain yang dapat menempel di tubuh anak gemuk misalnya diabetes, hipertensi, juga asma. Jangan salahkan faktor genetik saja untuk kegemukan pada anak, setengah kejadian dikarenakan pola asuh orang tua yang kurang tepat. Maksudnya, dengan membiasakan atau memberi reward makanan kepada anak untuk menenangkan atau mendapatkan perhatian mereka.

Biasanya, jika dari kecil sudah gemuk, saat dewasa pun berisiko gemuk. Hal ini juga dapat menyebabkan gangguan psikologis, seperti merasa rendah diri karena sering diejek dan bisa saja menjadi depresi.

Berikut beberapa tips yang bisa dicoba sebagai pencegahan obesitas anak :

  1. Perbanyak aktivitas fisik. Manfaatkan akhir pekan Anda untuk berolahraga atau bermain bersama si buah hati
  2. Berikan pembatasan waktu untuk bermain komputer atau menonton televisi
  3. Biasakan makan di meja makan, bukan di kamar, di depan televisi, atau di atas kasur
  4. Siapkan sarapan dan bekal sehingga anak tidak perlu jajan berlebih di sekolah
  5. Berikan pilihan-pilihan makanan sehat sebagai cemilan anak, misalnya susu/yogurt rendah lemak, agar-agar/jelly dan buah-buahan segar,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest update on GraceJudio.com