Dear Dr. Grace : ” Diet Aman Untuk Penderita Maag ” (Bintang Indonesia, Edisi 1069, 19 November 2011)

Q :

Dokter Grace,
Setelah diet rendah karbohidrat dan berolahraga 5 bulan, berat tubuh saya turun dari 70 kg menjadi 62 kg. Usia saya 30 tahun. Namun saya lupa bahwa saya punya maag. Tidak makan malam ternyata mengganggu pencernaan . Apa orang dengan gangguan lambung seperti saya masih aman melakukan diet?

Dhina, jakarta

A :

Dear Dhina,

Sakit maag umumnya disebabkan oleh produksi asam lambung yang lebih banyak daripada porsi makanan yang masuk. Misalnya, dalam kondisi stress yang membuat produksi asam lambung berlebihan sehingga kelebihannya akan mengiritasi dinding lambung.
Asam lambung diproduksi secara rikmik, artinya tiap beberapa jam sekali biasanya produksinya akan meningkat sehingga pada jam makan lambung akan memberikan signal lapar. Bila ini dihiraukan, lama-lama asam lambung yang berkumpul akan merusak dinding lambung dan menyebabkan gastritis atau inflamasi lambung.

Stress dapat memicu produksi asam lambung lebih banyak dari biasanya. Makanan pedas, asam dan kopi yang bersifat asam akan menyebabkan tingkat keasaman lambung meningkat, yang sering kali tidak bisa ditolerir oleh dinding lambung. Dinding lambung dapat tercerna sehingga menimbulkan luka atau keropeng, dan tidak menutup kemungkinan lambung dapat berlubang bila lukanya amat dalam.

Infeksi kuman Helicobacter Pylori dapat juga menyebabkan luka atau tukak lambung ini. Kuman ini biasanya ditularkan melalui air ludah, misalnya pada orang yang sering memakai sendok makan yg sudah pernah masuk ke mulut untuk mengambil lauk, atau yang suka memakai sumpit untuk membagikan lauk kepada orang lain.
Infeksi ini banyak ditemukan pada bangsa Cina dan Korea yang hobi menyumpitkan kepada teman makannya.

Keluhan yang sering terjadi saat sakit lambung adalah nyeri ulu hati, produksi gas yang berlebihan (kentut atau sendawa), mual atau muntah. Pada kondisi yang lebih gawat, misalnya bila lambung bolong, penderita biasanya memuntahkan darah berwarna kehitaman atau buang air besar berbentuk seperti petis.
Untuk memperingan keluhan, hindari makanan yang pedas dan asam, dan yang potensi menghasilkan gas seperti kentang, kubis, kembang kol, dan minuman bersoda.

Diet yang salah akan rawan menimbulkan sakit lambung terutama bila menghindari jam makan atau mengurangi porsi secara ekstrim. Sebetulnya, untuk menurunkan beraat badan, menghindari makan malam seperti yang dilakukan tidak lah tepat. Dasar dari penurunan berat badan adalah pemakaian energi yang lebih banyak daripada asupan makanan yang masuk dalam sehari.

Sebaiknya yang dikurangi adalah jumlah energinya atau kalorinya dan bukan porsi atau jam makan. Hindari makanan yang tinggi kalori, misalnya yang berminyak. Makanan tersebut biasanya memiliki porsi kecil tetapi memiliki jumlah kalori yang besar. Untuk turun berat badan, yang berlaku harus sebaliknya. Makanan harus berporsi besar tetapi memiliki kalori kecil. Dada ayam berkulit yang digoreng tepung fastfood memiliki 470 Kalori, sedangkan daging ayam di-grill tanpa lemak dan kulit dgn porsi yang sama mengandung 150 Kalori.
Demikian juga dengan makanan dan minuman manis dan olahan tepung. Sepotong tebal pizza mengandung Kalori yang sama dengan 2.5 gelas nasi.

Sayangnya Anda tidak mencantumkan tinggi badan Anda sehingga saya tidak bisa menghitung total jumlah Kalori yang dimakan sehari. Umumnya 1200 Kalori per hari dapat menghasilkan penurunan berat badan. Anda dapat membaginya untuk makan pagi, siang dan malam serta snack. Misalnya 200 Kalori saat pagi, 400 untuk masing- masing makan siang dan malam dan 200 Kalori untuk snack.

Cobalah menu berikut ini:
Pagi : roti 2 lembar dan 1 putih telur
Snack: 1 mangkok buah
Siang: nasi 3/4 gls dengan lauk 2 telapak tangan dan sayur mayur banyak
Snack: 1 mangkok buah atau 3 biskuit
Malam: nasi 3/4 gls aqua dengan lauk 2 telapak tangan dan sayur mayur banyak


Latest update on GraceJudio.com