Dear Dr. Grace : ” Menurunkan Gula Darah dan Hipertensi ” (Bintang Indonesia, Edisi 1066, 29 Oktober 2011)

Q :

Dokter Grace,

Saya punya beberapa keluhan; gula darah tinggi, kolestrol tinggi, maag, dan hipertensi. Usia saya 50 tahun. Beberapa waktu lalu sempat dirawat di UGD karena tekanan darah dan gula yang terlalu tinggi. Pola makan seperti apa yang harus saya ikuti untuk membantu menurunkan komplikasi keluhan tadi, tanpa harus merasa lemas?

Hera, Jakarta

A :

Dear  Hera,

Untuk mengetahui pola makan apa yang tepat untuk penyakit Anda, sebaiknya Anda mengetahui dulu apa yang terjadi pada tubuh Anda.

Normalnya, setiap kali kita makan karbohidrat (nasi, tepung, gula, roti, kentang, dll), di dalam saluran pencernaan, zat tersebut diurai menjadi gula darah, atau biasa disebut glukosa. Gula darah ini rasanya tidak manis. Gula darah ini akan diedarkan ke seluruh tubuh, menuju ke otak, jantung, paru dan organ tubuh yang lain sebagai sumber energi.
Akan tetapi, gula darah hanya dapat masuk ke dalam organ tubuh kita bila dibantu oleh insulin. Ibaratnya, insulin adalah kunci pembuka pintu masuk sel pada organ.
Normalnya gula darah antara 100- 140 mg/dL pada kondisi tdk puasa.
Bila gula darah yang masuk berlebihan, maka pabrik insulin alias 'kunci' tersebut harus bekerja keras. Pabrik insulin terdapat pada organ pankreas. Oleh sebab itu, pankreas yang terlalu capai dipaksa memproduksi insulin dalam jumlah banyak, bisa memicu naiknya kadar gula darah. Demikian pula penyakit atau kelainan pankreas.

Kegemukan atau timbunan lemak di perut dalam dapat memicu keluarnya hormon resistin yang menyebabkan 'kunci' insulin tidak bisa lagi membuka gembok pintu sel, alias terjadi resistensi insulin. Akibatnya, banyak sekali gula darah yang mengantre dan menumpuk di dalam darah. Hal ini juga menyebabkan gula darah naik lebih dari nilai normalnya.

Masalahnya, gula darah kita secara imajiner berbentuk runcing-runcing seperti pecahan kaca. Tambah banyak gula dalam darah kita, maka tambah melukai dinding pembuluh darah kita. Bayangkan bahwa pecahan kaca itu mengalir dan melukai dinding pembuluh darah. Tubuh memperbaiki dinding yang luka terbaret tersebut secara otomatis. Tetapi, bila banyak sekali luka baret, maka lama kelamaan dinding pembuluh darah tidak mulus lagi. Dinding pembuluh darah yang mulus ibarat selang air baru yang masih kenyal. Bila banyak darah yang lewat, maka pembuluh darah akan melar. Bila tidak diperlukan aliran darah banyak, maka pembuluh darah akan mengkerut. Jadi, pembuluh darah yang baik adalah yang elastis.
Bila banyak sekali luka baret akibat tingginya gula darah, maka tidak heran bila dinding pembuluh darah akan mengeras seperti selang air yang sudah rusak. Bila ada aliran darah yang deras, pembuluh darah tidak dapat lagi melar. Akibatnya, tekanan dalam darah meningkat. Hal ini yang disebut dengan hipertensi.

Yang paling menakutkan, organ vital kita mengandung banyak sekali pembuluh darah. Sehingga, seringkali orang dengan diabetes menderita problem pada retina mata, pembuluh koroner jantung, pengerasan hati, dan yang paling ditakuti adalah kerusakan ginjal.

Untuk mengontrol situasi, maka Anda harus memperhatikan asupan makanan yang tidak terlalu cepat meninggikan gula darah. Makanan ini disebut memiliki Indeks Glikemi yang rendah. Pada edisi sebelum ini saya berkali-kali menulis tentang pola makan pada diabetes. Cobalah buka-buka lagi edisi lalu.
Prinsipnya, hindari gula dan makanan olahan tepung seperti kue atau roti putih. Gantilah nasi putih Anda dengan beras merah atau beras Basmati, bisa juga dengan kentang rebus (rebuslah dengan kulitnya, dan baru kupas setelah matang). Hindari buah-buahan seperti mangga, nanas, melon, semangka. Untuk snack, perbanyak kedelai dan ubi-ubian.
Oat dan serat pada beras merah membantu mencegah kenaikan gula darah secara cepat.

Penelitian membuktikan bahwa menambahkan 1sdt kayu manis bubuk tiap hari akan memperbaiki fungsi pankreas memproduksi insulin. Beberapa studi menyebutkan bahwa kayu manis bubuk juga berlaku seperti insulin.

Untuk tidak memperberat kerja jantung Anda karena hipertensi, kurangi lah jumlah garam pada masakan Anda. Garam bersifat mengikat air . Semakin banyak air dalam tubuh, semakin tinggi tekanan darah Anda. Hindari garam tersembunyi yang biasa terdapat pada bumbu penyedap, kaldu blok,kecap asin/manis, terasi dan tauco.

Olahraga 2-3x seminggu membantu membuat pintu sel terbuka bila ada 'kunci' insulin yang membukanya, sehingga gula dengan mudah masuk organ dan membantu menurunkan kadar gula darah. Selain itu, olahraga teratur selama minimal 30 menit akan mempercepat regenerasi sel pembuluh darah dan melebarkan pembuluh darah, sehingga tekanan darah Anda dengan mudah terkontrol.

Selamat hidup sehat!


Latest update on GraceJudio.com