Dear Dr. Grace:”Pola makan sehat untuk si kecil” (Bintang Indonesia, edisi 1034, 12 mar 2011)

Dear Dokter Grace,
Saya Nina, ibu beranak dua. Anak saya yang pertama berumur 8 tahun, dan yang kedua 2 tahun. Pertanyaan saya, apakah anak usia 8 tahun sudah bisa diperkenalkan pada pola diet sehat? Demi
kesehatannya. Seperti apa dan bagaimana diet sehat bagi anak di usia sekian?
Terima Kasih.

Dear Ibu Nina,
Sangat jarang dewasa ini menemukan orangtua yang perhatian terhadap pola makan sehat dewasa ini. Pengenalan pola makan sehat sejak dini memang baik sekali, dan efeknya saat dewasa akan sangat besar karena apapun yang ditanamkan pada usia belajar kritis <15 tahun akan berakar dalam dan amat bermanfaat untuk kehidupan anak tersebut.

Tetapi, pertama kali saya harus menyamakan persepsi Ibu, bahwa yang dimaksudkan dengan diet sehat bukan seperti anjuran awam, yaitu bahwa makan harus di bawah jam 6 malam, tidak memakai minyak dan makan jangan banyak-banyak.

Di usia dini ini yang perlu ditanamkan adalah rasa sayang terhadap diri sendiri. Bahwa tubuh telah bekerja 24 jam tanpa henti dan tanpa dibayar, sehingga si anak harus belajar untuk merawat sebaik mungkin sehingga tubuh tidak ngambek.

Bila tubuh lapar, maka harus diberikan makanan yang bergizi, seperti yang diajarkan di sekolah yaitu 4 sehat, 5 sempurna. Jangan paksakan anak untuk makan atau membatasi yang dimakan. Anak memiliki naluri untuk menentukan kapan tubuhnya butuh makanan. Pada dewasa, naluri ini hilang karena pengaruh iklan dan makan bukan karena lapar perutnya tetapi lapar matanya. Naluri ini ditimbulkan oleh berbagai sensor tubuh, seperti sensor gula darah dan sensor haus.

Membiarkan anak Anda kelaparan bukan hal yang bijak, apalagi bila lapar yang terjadi adalah karena tubuh membutuhkan banyak energi untuk pertumbuhan.
Sebaliknya, ajari anak Anda untuk mengenal rasa kenyang serta membedakan rasa lapar dan ‘lapar mata’.

Bila anak ingin tahu atau penasaran dengan makanan tertentu, ijinkanlah untuk sekali-sekali mencoba. Anda bisa menyampaikan pesan sehat bila Anda merasa bahwa makanan tersebut tidak baik untuk tubuh. Misalnya bila makan manis-manis akan menyebabkan gigi rusak.

Perkenalkan makanan sehat seperti makanan berserat dan tidak selalu goreng tanpa memaksa dan secara perlahan. Anak masih dalam usia pertumbuhan membutuhkan jumlah energi yang lumayan banyak. Pastikan saja bahwa anak Anda terbiasa dengan berbagai variasi makanan.

Hindarkan memakai makanan sebagai pengalih rasa bosan, obat rewel atau sebagai iming-iming. Ajarkan anak untuk mengenali apa yang mereka rasakan dan apa yang mereka butuhkan saat itu. Saat mereka bosan, ajarkan untuk mengenal bahwa rasa tidak nyaman itu timbul karena tidak ada aktifitas dan berikan contoh solusinya, misalnya dengan mengajak bermain atau bernyanyi. Jangan memberikan makanan untuk mengalihkan perhatian anak.

Bila hal tersebut di atas Anda lakukan dengan baik, niscaya kebiasaan makan sehat pada anak Anda akan terbentuk dengan sendirinya. Selamat mencoba!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Latest update on GraceJudio.com